Membaca Intensif Teks Induktif dan Deduktif
Membaca Intensif
Teks Induktif dan Deduktif
Apakah kemampuan membaca Anda semakin bertambah
saat membaca? Tentunya Anda menemukan gagasan utama dan
gagasan penjelas. Untuk mengembangkan sebuah paragraf, baik
untuk memperinci gagasan utama maupun untuk mengurutkan
perincian itu dengan teratur, dikembangkan lagi dalam berbagai
pola pengembangan, yaitu paragraf induktif dan
deduktif. Paragraf induktif adalah paragraf yang didahului dengan
kalimat yang bersifat khusus, kemudian diakhiri dengan kalimat
yang bersifat umum. Adapun yang sebaliknya disebut paragraf
deduktif.
Paragraf induktif memiliki ciri peletakan kalimat utamanya di
akhir paragraf. Biasanya ditandai dengan penghubung antarkalimat
seperti jadi, oleh karena itu, dan dengan demikian. Hal ini berbeda
dengan paragraf deduktif yang memiliki ciri peletakan kalimat
utamanya di awal paragraf.
Dalam hal menarik kesimpulan paragraf, paragraf induktif
terdiri atas tiga macam, di antaranya:
1. Generalisasi
Generalisasi merupakan pola pengembangan sebuah paragraf
yang dibentuk melalui penarikan sebuah gagasan atau simpulan
umum berdasarkan perihal atau kejadian.
Contoh:
Pada pembelajaran ini, Anda akan membaca intensif teks bacaan.
Dalam teks tersebut, terdapat paragraf-paragraf yang dikembangkan
secara deduktif dan induktif. Saat membaca intensif tersebut, Anda
akan mendeskripsikan, membedakan, dan menganalisis paragraf berpola
induktif dan deduktif. Dengan belajar pola pengembangan paragraf,
Anda dapat terlatih dalam menulis berbagai macam tulisan.
Dua anak kecil ditemukan tewas di pinggir Jalan Jendral Sudirman.
Seminggu kemudian, seorang anak wanita hilang ketika pulang dari sekolah.
Sehari kemudian, polisi menemukan bercak-bercak darah di kursi belakang
mobil Anwar. Polisi juga menemukan potret dua orang anak yang tewas di
Jalan Jenderal Sudirman dalam kantung celana Anwar. Dengan demikian, Anwar
adalah orang yang dapat dimintai pertanggungjawaban tentang hilangnya tiga
anak itu.
Simpulan generalisasi tersebut ditandai dengan memberikan
pernyataan yang bersifat khusus untuk mendapatkan simpulan yang
bersifat umum. Dapat diketahui bahwa pikiran utama atau kesimpulan
paragraf tersebut ditandai dengan kata dengan demikian. Secara lengkap
adalah Dengan demikian, Anwar adalah orang yang dapat dimintai
pertanggungjawaban tentang hilangnya tiga anak itu.
2. Analogi
Berbeda dengan perbandingan dan pertentangan yang memberi
sejumlah ketidaksamaan dan perbedaan antara dua hal analogi
merupakan perbandingan yang sistematis dari dua hal yang berbeda,
tetapi dengan memperlihatkan kesamaan segi atau fungsi dari kedua
hal tadi. Analogi biasanya digunakan untuk membandingkan sesuatu
yang tidak atau kurang dikenal dengan sesuatu yang dikenal baik
oleh umum untuk menjelaskan hal yang kurang dikenal umum.
Contoh:
Pencabangan suatu bahasa proto menjadi dua bahasa baru
atau lebih, serta tiap-tiap bahasa baru itu dapat bercabang pula
dan seterusnya, dapat disamakan dengan pencabangan sebatang
pohon. Pada suatu waktu, batang pohon tadi mengeluarkan
cabang-cabang baru, tiap cabang kemudian bertunas dan
bertumbuh menjadi cabang-cabang baru. Cabang-cabang yang
baru ini kemudian mengeluarkan ranting-ranting yang baru.
Demikian seterusnya. Begitu pula pencabangan pada bahasa.
3. Sebab-akibat
Pengembangan sebuah paragraf dapat pula menggunakan sebabakibat.
Sebab dapat bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan
akibat sebagai perincian pengembangannya. Akan tetapi, sebabakibat
ini dapat juga terbalik, akibat yang menjadi gagasan utamanya
dan untuk memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan
sejumlah sebab sebagai perinciannya.
Contoh:
Melihat sepintas lalu masyarakat kota bandar kita terkesan
oleh kesibukan-kesibukan kerja dan lalu lintas sehari-hari.
Hubungan dagang dengan relasi-relasi dari luar daerah pulau
ataupun asing yang pembesarannya harus selekas mungkin
diadakan berhubung terikatnya perahu layar pada angin musim;
pemuatan barang-barang ekspor dan pembongkaran barangbarang
impor, semuanya itu tidak memungkinkan orang bekerja
pelan-pelan seperti menanti menguningnya padi di musim panen.
Kiranya inilah yang membentuk tipe manusia pesisiran, yang lain
dari tipe manusia pedalaman.
Bandingkanlah paragraf induktif di atas dengan paragraf
deduktif berikut. Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya bahwa
paragraf deduktif merupakan paragraf yang kalimat utamanya
terdapat pada awal paragraf.
Contoh:
Pemerintah tengah mengkaji kemungkinan mengalihkan anggaran
subsidi minyaki tanah ke elpiji. Dengan cara ini, diharapkan harga
elpiji akan makin murah sehingga mendorong masyarakat tidak lagi
menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar. Menurut Menteri
Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Paskah Suzetta,
jika proses diversifikasi energi ini berjalan, diperkirakan dana subsidi
minyak bisa dihemat hingga Rp30 triliun. Subsidi elpiji diperkirakan
berjumlah Rp6 triliun.
Adi A. Somat, Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia
Paragraf Campuran
Selain paragraf induktif dan deduktif, berdasarkan letak
gagasan utamanya, terdapat pula paragraf campuran.
Paragraf campuran adalah paragraf yang gagasan utamanya
terletak pada kalimat pertama dan kalimat terakhir. Dalam paragraf
ini terdapat dua kalimat utama. Kalimat terakhir paragraf ini
merupakan penegasan dari pernyataan yang dikemukakan dalam
kalimat pertama.
Contoh:
Saya berkeyakinan kalau Indonesia memfokuskan diri
pada sektor agrobisnis, tidak ada negara lain yang mampu
menandinginya. Memang, krisis ekonomi yang sedang
berlangsung telah mengoreksi nilai tukar mata uang kita. Dalam
hal ini, pemerintah tidak perlu memaksa nilai rupiah menguat,
tetapi biarkan mekanisme pasar menemukan keseimbangannya.
Hal yang perlu dilakukan adalah menyesuaikan diri terhadap
nilai tukar mata uang yang ada dengan mendorong industriindustri
yang mampu bertahan pada nilai tukar yang ada, yakni
sektor agrobisnis. Bagi sektor agrobisnis, semakin melemah
rupiah akan semakin baik. Apabila sektor ini sudah berjalan
dengan baik, tidak mustahil negara kita akan menjadi salah
satu negara yang ekonominya tertangguh di dunia.
Gagasan utama paragraf tersebt adalah agrobisnis merupakan
sektor terpenting bagi bangkitnya perekonomian Indonesia.
Gagasan tersebut dinyatakan dalam kalimat pertama. Setelah
diselingi dengan kalimat-kalimat penjelas, gagasan tersebut
ditegaskan kembali dalam kalimat terakhir dengan rumusan yang
berbeda.
Sumber: Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia
Kamis, 11 Oktober 2012
Membaca Intensif Teks Induktif dan Deduktif
10.54
No comments
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar