Laman: blog ini akan bercerita mengenai materi bahasa indonesi karangan cerpen dan puisi moga bisa

Kamis, 11 Oktober 2012

Akhiran -an, Macam-Macam Kata Ulang, Kalimat Minor dan Kalimat Mayor

Akhiran -an


Akhiran -an sangat produktif dalam bahasa Indonesia. Morfem –an ini tidak mengalami perubahan bentuk dalam penggabungannya dengan unsur-unsur lain.

Akhiran –an berfungsi membentuk kata benda. Karena pengaruh beberapa bahasa daerah atau dialek maka di sana-sini terdapat pula akhiran –an yang berfungsi membentuk kata sifat, namun bentuk ini belum terlalu produktif.

Arti akhiran –an:
1. tempat
pangkalan, labuhan, kubangan, pegangan, tumpuan, hadapan
2. perkakas atau alat
ayunan, kurungan, tapisan, timbangan, pikulan, usungan
3. hal atau cara
didikan (=cara mendidik), pimpinan (cara memimpin)
4. akibat atau hasil perbuatan
buatan, hukuman, balasan, karangan
5. sesuatu yang di … atau sesuatu yang telah … seperti disebut dalam kata dasar
larangan, catatan, tumbuhan, makanan, pantangan
6. seluruh atau himpunan
lautan, sayuran, daratan, kotoran
7. menyerupai atau tiruan
anak-anakan, kuda-kudaan,
8. tiap-tiap
harian, bulanan, tahunan, kodian
9. sesuatu yang mempunyai sifat sebagai yang disebut pada kata dasar
manisan, asinan, kuningan, asaman
10. menyatakan intensitas, baik mengenai kualitas maupun kuantitas
kualitas : besaran, kecilan, tinggian
kuantitas: tumbuh-tumbuhan, buah-buahan



Macam-Macam Kata Ulang
1. Kata Ulang Dwipurwa
yaitu ulangan atas suku kata awal. Vokal dari suku kata awal mengalami pelemahan dan bergeser ke posisi tengah menjadi e pepet.
contoh:
tatanaman > tetanaman
tatangga > tetangga
luluhur > leluhur
lalaki > lelaki
luluasa > leluasa
titirah > tetirah


2. Kata Ulang Utuh
yaitu ulangan atas seluruh bentuk dasar.
Kata ulang utuh terbagi 2:
a. kata ulang dwilingga, ulangan atas bentuk dasar yang berupa kata dasar.
misalnya:
rumah-rumah
buah-buah
anak-anak

b. kata ulang kata jadian berimbuhan, yaitu ulangan atas bentuk dasar berupa kata jadian berimbuhan
misalnya:
perbuatan > perbuatan-perbuatan
timbangan > timbangan-timbangan
pengumuman > pengumuman-pengumuman

3. Kata Ulang Dwilingga Salin Suara
yaitu ulangan yang terjadi atas seluruh suku kata, namun pada salah satu lingganya terjadi perubahan suara pada satu fonem atau lebih.
Contoh:
gerak-gerak > gerak-gerik
sayur-sayur > sayur-mayur
porak-porak > porak-parik
tegap-tegap > tegap-begap


4. Kata Ulang Berimbuhan
yaitu ulangan yang mendapat imbuhan baik pada lingga pertama maupun pada lingga kedua.
Misalnya:
bermain-main
berjalan-jalan
berpukul-pukulan
gunung-gemunung
tarik-menarik


(Gorys Keraf, Tata Bahasa Indonesia)



Kalimat Minor dan Kalimat Mayor
Kalimat Minor
ialah kalimat yang hanya mengandung satu unsur pusat atau inti kalimat.
Contoh kalimat:
1. Diam!
2. Pergi!
3. Amat mahal!
4. Yang baru!
5. Yang akan datang!
6. Sudah siap!


Kalimat Mayor
ialah kalimat yang sekurang-kurangnya mengandung dua unsur inti kalimat.
Contoh kalimat:
1. Ia mengambil buku itu.
2. Dia ada di dalam.
3. Kami pergi ke Padang.


(Gorys Keraf, Tata Bahasa Indonesia)

0 komentar:

Posting Komentar