Laman: blog ini akan bercerita mengenai materi bahasa indonesi karangan cerpen dan puisi moga bisa

Kamis, 11 Oktober 2012

Asal-Usul Munculnya Aksara,Makna Konotatif dan Denotatif


Asal-Usul Munculnya Aksara

Asal-Usul Munculnya Aksara
Aksara diciptakan oleh manusia melalui sebuah kebudayaan.
Penemuan aksara sudah beribu tahun lamanya.
Penemuan aksara tersebut terungkap pada bukti-bukti
arkeologis.
Orang India mempercayai bahwa Ganesha adalah
pencipta tulisan. Hal tersebut bersumber pada cerita bahwa
Ganesha mematahkan gadingnya dan digunakan sebagai alat
tulis untuk menulis Kitab Veda. Orang Mesir mengganggap
Dewa Thoth menciptakan tulisan untuk Raja Thamus. Dari
uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok
bangsa tersebut menganggap pencipta tulisan adalah dewa
dan itu pun masih berupa gambar atau simbol.
Aksara baru terlihat jelas asalnya, yaitu dari tiga peradaban
dunia, yaitu lembah Sungai Nil, lembah Sungai Mesopotamia,
dan lembah Sungai Kuning di China. Di lembah sungai
Mesopotamia terdapat orang Sumena dengan aksara pakunya,
di lembah Sungai Nil orang Mesir mengenal aksara Hieroglif
diperkirakan ada pada 3000 tahun sebelum Masehi






Makna Konotatif dan Denotatif

Makna Konotatif dan Denotatif
Untuk memahami kata denotasi dan konotasi Anda dapat
membaca berbagai wacana pada pembelajaran sebelumnya sebagai
bahan untuk menemukan kata denotasi dan konotasi.
Dilihat dari maknanya, kata dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
kata bermakna denotasi dan kata bermakna konotasi. Disebut denotasi
karena maknanya bersifat umum dan secara langsung menunjukkan
makna yang sebenarnya (lugas). Disebut konotasi karena mengandung
makna tambahan, kesan, dan nilai rasa yang dinyatakan secara langsung
(kias). Konotasi adalah perubahan nilai arti kata disebabkan si pendengar
memakai perasaannya untuk mengartikan kata itu,
Perhatikan kalimat berikut.
1. Pada hari ulang tahun kakak mendapatkan bunga yang harum.
2. Semua pemuda mengagumi bunga desa yang cantik itu.
Kata bunga pada kalimat nomor 1 mengandung makna denotasi.
Adapun kata bunga desa pada kalimat nomor 2 mengandung
makna konotasi. Konotasi dapat dibedakan antara konotasi positif
dan konotasi negatif. Konotasi positif mengandung nilai rasa lebih
tinggi, baik, halus, sopan, dan menenangkan. Konotasi negatif
mengandung nilai rasa rendah, jelek, kasar, kotor, dan tidak sopan.
Contoh kata gugur dan mampus makna denotasinya adalah mati,
namun kata mampus termasuk konotasi negatif sedangkan gugur
memiliki konotasi positif.
Perhatikan kalimat berikut.
Cut Nyak Dien gugur ketika berjuang melawan penjajah.
Kita mengenal beberapa makna kata, yakni makna leksikal,
struktural, dan kontekstual. Makna leksikal adalah makna kata yang
sesuai dengan kamus. Makna struktural adalah makna kata yang
relevan setelah kata itu ada dalam kalimat. Makna kontekstual adalah
makna kata berdasarkan uraian yang lebih luas disertai dengan
situasi yang berhubungan dengan tema atau kejadian tertentu. Ketiga
jenis makna itu saling berhubungan satu dengan yang lainnya dalam
membentuk makna sebuah wacana.

Kata-kata yang memiliki cakupan luas tersebut dalam bahasa
Indonesia dinamakan kata umum. Adapun kata-kata yang dapat
tercakup oleh kata yang lain dikelompokkan ke dalam kata khusus.
Kata umum sering juga disebut dengan superordinat atau
hipernim, sedangkan kata yang tingkatannya lebih rendah disebut
hiponim. Jadi kata mawar, melati, dan anggrek merupakan hiponim
dari bunga. Sebaliknya, kata bunga merupakan superordinat atau
hipernim bagi mawar, melati, anggrek, dan nama bunga yang lain.
Bentuk hipernim dan hiponim hampir sama dengan bentuk kata
umum dan kata khusus. Untuk dapat membedakannya, perhatikanlah
contoh kalimat berikut.
1. Kakak melihat paman sedang menyeberang jalan.
2. Adik sedang menonton pertandingan basket di televisi.
Kata melihat merupakan kata umum karena ruang lingkup
maknanya lebih luas dan dapat mencakup banyak hal. Adapun kata
menonton merupakan kata khusus. Bentuk khusus lain dari kata melihat
adalah mengamati, meneliti, menatap, memandang, melirik,
menyaksikan, dan menengok.

0 komentar:

Posting Komentar